Laman

Jumat, 19 Oktober 2012

Gejala Rasa (Peembagian Perasaan)


A.    Pembagian Perasaan
Jiwa manusia merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dibagi-bagi atas bagian-bagian yang berdiri sendiri. Untuk memudahkan peninjauan, telah dicoba membagi perasaan yang satu dengan yang lain mempunyai hubungan yang erat digolongkan menjadi satu, sebenarnya ada bermacam-macam pembagian perasaan, dan pembagian yang umum dipakai ialah :
1.      Perasaan Jasmani
1)      Perasaan Penginderaan
2)      Perasaan Biologis
2.      Perasaan rohani (kejiwaan)
1)      Perasaan Ke-Tuhanan
2)      Perasaan Kesusilaan
3)      Perasaan Sosial
4)      Perasaan Keindahan
5)      Perasaan Harga diri
6)      Perasaan Intelek
Penjelasan:
1.      Perasaan Kewiyasaan, sering disebut perasaan jasmaniah dan perasaan biologi. Perasaan ini berhubungan erat dengan kejasmanian dan fungsi-fungsi hidup yang lain. Yang termasuk dalam perasaan biologis ini antara lain:
ü  Perasaan yang berhubungan dengan penglihatan, pengecapan, bau, panas, dingin, kasar, halus, dan sebagainya.
ü  Perasaan yang berhubungan dengan pencernaan makan, peredaran darah, sakit, letih, dan sebagainya.
ü  Perasaan yang berhubungan dengan instink, makan, lapar, takut, dan sebagainya.
2.      Perasaan Kejiwaan, disebut juga perasaan rohaniah, karena berhubungan erat dengan hal-hal yang bersifat kerohanian/kejiwaan. Sebab itu perasaan ini sering disebut juga perasaan luhur atau tinggi. Yang termasuk perasaan kejiwaan ialah:
1)                  Perasaan Ke-Tuhanan
Yaitu perasaan kejiwaan yang tertinggi pada manusia. Perbuatan manusia yang luhur dan suci berpusat pada rasa ke-Tuhanan ini. Ilham dan inspirasi diperoleh adanya rasa ke-Tuhanan.
Perasaan ke-Tuhanan ialah perasaan yang timbul dalam mengetahui adanya Tuhan. Misalnya, orang akan merasa bahagia, kalau ia merasai, bahwa Tuhan selalu melindungi dan dekat padanya. Sebaliknya, orang akan selalu cemas, kalu ia mengetahui adanya Tuhan, tetapi ia sering berbuat tidak sesuai dengan ajaran-ajaranNya.
Tiap-tiap manusia mempunyai benih perasaan ke-Tuhanan yang meliputi perasaan yakin akan adanya Tuhan, percaya atas sifat-sifat Tuhan yang serba sempurna, percaya atas segala kekuasaan Tuhan, percaya dan taat kepada Tuhan beserta hukum-hukum-Nya, sehingga segala perbuatan dan usaha di dunia dapat menjiwai pula persiapan-persiapan hidup di dunia sana (akhirat).
            Perasaan ke-Tuhanan membawa rasa takut melanggar hukum Tuhan, takut berdosa, merasa kecil dalam menyaksikan ciptaan dan kodrat Tuhan, yang akhirnya hormat terhadap keagungan Tuhan dan mengagungkan Tuhan.
2)      Perasaan Kesusilaan (Ethis)
                        Kesusilaan ialah segala sesuatu yang berhubungan dengan penghayatan kita terhadap hal-hal baik dan buruk, yang benar dan yang salah.
                        Dalam menghayati sesuatu dapat timbul perasaan kesusilaan yang positif, yakni perasaan yang timbul karena menyaksikan perbuatan yang baik, dan perasaan kesusilaan negatif, yakni perasaan yang timbul karena menyaksikan perbuatan buruk.
                        Dalam kelakuan perbuatan ada kemungkinan timbul perasaan yang positif dan negatif, artinya perbuatan kebajikan akan membawa perasaan senang, puas dan sebagainya. Dan perbuatan jahat menimbulkan perasaan salah atau berdosa.
                        Perasaan kesusilaan berhubungan erat dengan perbuatan kesusilaan. Perbuatan kesusilaan tidak terjadi karena spontanitas atau hasil berpikir saja, melainkan berhubungan erat dengan segi-segi kerohanian yang lain, misalnya: perhatian, motif-motif, dan pandangan hidup, kesadaran akan hak dan kewajiban dalam masyarakat, norma-norma, hidup yang dihayati, akhlah, dan sebagainya.
3)      Perasaan Sosial (Perasaan Kemasyarakatan)
                        Perasaan sosial ialah, perasaan yang timbul karena melihat keadaan masyarakat. Perasaan ini berhubungan dengan bagaimana pendapat kita terhadap sesama manusia, di mana tanggapan sesama akan menimbulkan perasaan kemasyarakatan. Misalnya, ada orang yang acuh tak acuh, meskipun ia mengetahui masyarakatnya rusak atau mundur. Ada pula orang yang baru melihat keadaan masyarakat, ia sudah merasa berkewajiban.
                        Orang yang terlalu tebal perasaannya terhadap masyarakat disebut orang altruis, dan yang terlalu memusatkan perasaannya kepada diri sendiri, disebut egois.
                        Dalam kemasyarakatan terdapat berbagai corak dan bentuk hubungan sosial, terdapat berbagai ragam adat dan kebiasaan. Dalam tata kehidupan masyarakat timbul interaksi (hubungan saling pengaruh) antar anggota masyarakat. Hubungan saling pengaruh ini menimbulkan berbagai reaksi psikis, diantaranya perasaan sosial, umpamanya: kasih sayang, benci, bersahabat, permusuhan, dengki, dendam, iri, cinta, dan sebagainya.

                        Jenis-jenis perasaan yang berhubungan dengan perasaan sosial ialah:
a)      Simpati : se-perasaan terhadap seseorang.
b)      Perasaan sosial : perasaan yang mengenai masyarakat.
c)      Egoisme : paham kesusilaan yang mementingkan diri sendiri.
d)     Altruisme : paham kesusilaan yang banyak mementingkan ikut serta merasakan kepentingan orang banyak.
e)      Perasaan kebangsaan : perasaan cinta terhadap bangsanya.
f)       Chauvinisme : paham kesusilaan yang membanggakan bangsa sendiri secara berlebih-lebihan.


4)      Perasaan Keindahan (Aesthetis)
Perasaan keindahan yaitu perasaan yang menyertai atau yang timbul karena seseorang menghayati sesuatu yang indah atau tidak indah.
Pendapat tentang bagus tidaknya sesuatu itu bersifat subjektif. Kerap kali apa yang terasa indah bagi seseorang, mungkin bagi orang lain terasa buruk. Sebuah lagu seriosa bagi si A terasa sangat indah, sedang bagi si B belum tentu demikian. Dari contoh di atas dikatakan bahwa cita rasa mereka tidak sama. Cita rasa ialah semacam ukuran yang kita pergunakan sewaktu menaggapi sesuatu yang bagus atau jelek.
               Perasaan keindahan ini ada 2 macam, yaitu:
ü  Negatif
Perasaan keindahan yang negatif ialah perasaan yang timbul kalau kita mengindera sesuatu yang buruk.
ü  Positif
Perasaan keindahan yang positif ialah perasaan keindahan yang timbul kalu kita mengindera sesuatu yang baik
        Perasaan ini tentu saja tidak sama dengan seniman. Dan perasaan ini dipengaruhi oleh :
-          Umur dan jenis kelamin
-          Jiwa (bakat) seseorang
-          Jiwa bangsa
-          Tingkat kebudayaan, dll
5)      Perasaan Harga diri
Perasaan harga diri ialah perasaan yang ada pada seseorang tentang harga dirinya sendiri. Perasaan ini timbul jika kita menyadari berharga atau tidaknya diri kita. Ada orang yang merasa dirinya tidak berguna dapat berbuat sesuatu. Perasaan semacam ini termasuk perasaan harga diri.
Macam-macam perasaan harga diri :
a.       Perasaan harga diri positif
Perasaan ini timbul apabila kita merasa dapat melakukan sesuatu atau kita puas terhadap sesuatu keadaan.
b.      Perasaan harga diri negatif
Perasaan ini timbul kalau seseorang merasa tidak mampu melakukan sesuatu, merasa kurang, merasa lebih rendah dari yang terlalu negatif (interior), dapat menimbulkan sifat pemalu, ragu-ragu, merasa dirinya kecil, rendah hati, gelisah, segan, kecil hati, dan sebagainya.
c.       Perasaan harga diri kurang
Perasaan ini timbul kalau seseorang merasa dirinya kurang berharga daripada orang lain karena berbagai sebab.

6)      Perasaan Intelek
Perasaan intelektual adalah perasaan yang bersangkutan dengan kesanggupan intelek (fikiran) dalam menyelesaikan problem-problem yang dihadapi.
Perasaan ini timbul sewaktu kita menghadapi pekerjaan-pekerjaan yang harus diselesaikan dengan akal. Perasaan intelek ini ada yang berupa perasaan suka, yakni apabila kita dapat menemukan penyelesaian tentang kesulitan yang dihadapi. Disamping itu ada perasaan tidak suka, yakni kalau kita tidak dapat menyelesaikan soal-soal yang kita hadapi. Perasaan intelektual ini dapat memberi dorongan-dorongan untuk tekun mengadakan penelitian dan memperkuat dorongan-dorongan ke arah ilmu pengetahuan.

0 komentar:

Posting Komentar