Laman

Jumat, 19 Oktober 2012

Hubungan Antara Negara dengan Agama


a.     Hubungan Antara Negara dengan Agama
Negara dan agama merupakan persoalan yang banyak menimbulkan perdebatan (discourse). Hal ini disebabkan oleh perbedaan pandangan dalam menerjemahkan agama sebagai bagian dari Negara, atau negara  merupakan bagian dari dogma agama secara kodrati manusia merupakan makhluk individual dan makhluk social, oleh karena sifat dasar manusia tersebut, merupakan sifat Negara pula sehingga Negara sebagai manifestasi kodrat manusia secara horisontal dalam hubungan manusia dan manusia lain untuk mencapai tujuan bersama.
Ada beberapa konsep hubungan agama dengan Negara menurut beberapa aliran, antara lain paham teokrasi, paham sekuler, dan paham komunis.
1.      Hubungan Agama dan Negara munurut paham teokrasi
Ø  Hubungan agama dan Negara tidak dapat dipisahkan.
Ø  Negara menyatu dengan agama, karena pemerintah dijalankan berdasarkan firman-firman Tuhan, segala tata kehidupan masyarakat ,bangsa, dan Negara dilakukan atas titah Tuhan.
Ø  Terbagi menjadi dua bagian,yaitu:
-          Paham teokrasi langsung
v  Pemerintah sebagai otoritas Tuhan secara langsung
v  Adanya Negara atas kehendak tuhan sehingga yang memerintah adalah Tuhan pula.

-          Paham Teokrasi tidak langsung
Yang memerintah bukanlah Tuhan sendiri, melainkan yang memerintah adalah raja atau kepala Negara yang memiliki otoritas atas nama Tuhan, Kepala Negara atau raja diyakini memerintah atas kehendak Tuhan.
Ø  Contohnya adalah Kerajaan Belanda.


2.      Hubungan Negara dan Agama Menurut Paham Sekuler
Ø  Kebalikan dari paham teokrasi yaitu memisahkan dan membedakan antara agama dan Negara.
Ø  Tidak ada hubungan antara Negara dan agama.
Ø  Negara merupakan urusan hubungan manusia dengan manusia atau urusan dunia, sedang agama adalah hubungan manusia dengan Tuhan.
Ø  Negara membedakan antara norma hukum positif dan norma agama.
Ø  Warga Negara bebas memeluk agama apapun dan Negara tidak ikut campur tangan.
3.      Hubungan Agama dan Negara Menurut paham komunisme
-          Hakikat hubungan agama dan Negara berdasarkan filosofi materialism dialektis dan materialism historis.
-          Menimbulkan faham ateis. Pelopornya yaitu Karx Marx yang memandang agama sebagai candu masyarakat(Marx, dalam Louis Leahy,, 1992:97-98). Menurutnya manusia ditentukan oleh dirinya sendiri, sementara agama dalam paham ini dianggap sebagai suatu kesadaran diri bagi manusia sebelum menemukan dirinya sendiri.

b.     Konsep Relasi Agama dan Negara dalam Islam
      Konsep hubungan agama dan negara ini dirangkum menjadi 3 paradigma, yaitu :
1.      Paradigma Integralistik
Merupakan paham yang menganggap bahwa agama dan Negara merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
2.      Paradigma simbiotik
Merupakan paham yang menganggap bahwa hubungan agama dan Negara dipahami saling membutuhkan dan bersifat timbal balik.


3.      Paradigm Sekularistik
Paham yang beranggapan bahwaa ada pemisahan (disparitas) antara agama dan Negara.

0 komentar:

Poskan Komentar